Rabu, 18 Februari 2009

Preambule

Bukankah manusia harus bergumul di bumi?? - ayub 7 : 1


barangsiapa menginginkan perdamaian, harus siap berperang - vegetius, filsuf Yunani

Perang adalah masalah yang penting bagi suatu bangsa.
Ini menentukan kelangsungan hidup suatu bangsa. Masalah hidup dan mati. Hal ini harus dipelajari dengan seksama dan cermat. -Sun Tzu, The Art Of War


Saat ini kita hidup di zaman yang mengutamakan nilai-nilai demokratis, keadilan, toleransi, dan lain-lain. Sedari kecil kita sudah diajari bahwa siapa yang mengedepankan agresifitas dan cenderung keras akan berakhir pada pengasingan dan penolakan. Sebagian besar kehidupan kita diisi dengan nilai-nilai keharmonisan dan kerja sama yang apik yang disosialisasikan dalam bentuk pengajaran-pengajaran melalui buku-buku, penampilan luar yang apik dan hangat dan melalui pemikiran-pemikiran yang meneduhkan. Seluruh aspek dalam kehidupan kita dipersiapkan untuk menghadapi kondisi yang aman, damai dan menyenangkan.

Inilah yang menjadi masalah krusial. Kita tidak dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi apa yang menjadi realita dalam kehidupan yg sebenarnya, yakni PERANG. Kita lupa bahwa dunia saat ini telah menjadi sedemikian kompetitif. Setiap aspek dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari kata-kata persaingan, kompetisi, kemenangan dan kekalahan. Semua itu terjadi di seluruh lapisan. Ekonomi, politik, olahraga bahkan kebudayaan. Ada manusia yg terlahir dengan ciri2 team work, ramah dan sepakat dengan kita. Tetapi ada juga orang yang terlahir dengan ciri2 agresif dan menantang. Mereka susah untuk diajak kompromi. Ada juga orang yang tidak menunjukkan sifat yang telah disebutkan sebelumnya. Mereka cenderung bermain aman dan berada di wilayah abu-abu. Mereka hanya sepakat ketika kita berada posisi di atas tetapi akan lari dari kita ketika kita berada pada posisi sulit.

Kita sendiri pun memiliki dorongan-dorongan agresifitas yang tidak mungkin untuk kita kendalikan sepenuhnya. Ingat !!! sifat dasar manusia salah satunya adalah tidak pernah puas. Blog ini mencoba untuk mencerahkan (bukan untuk menggurui) pemikiran kita yang cenderung sempit dan negatif ketika melihat atau mendengar kata-kata perang. Saya nantinya akan mencoba untuk menulis singkat tokoh2 militer terkenal, kisah2 perang monumental yang nantinya itu semua bisa kita petik hikmahnya.

Saya teringat akan kata-kata filsuf kenamaan China, Konfusius. Ia pernah ditanya oleh salah seorang muridnya, "Jika guru memimpin pasukan besar, orang seperti apa yang guru inginkan bersama dengan anda?
Konfusius menjawab, "Saya tidak akan membawa orang yang dapat bertarung dengan harimau menggunakan tangan kosong, atau dapat menyeberangi sungai tanpa perahu. Yang saya inginkan adalah orang yang mendatangi kesulitan dengan kewaspadaan dan yang memilih untuk menang dengan menggunakan strategi."

Mungkin inilah yang saya harapkan. Bahwa kita menjadi pejuang2 strategis. Yang mengelola situasi sulit melalui manuver (strategi) yang cerdik dan cerdas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar